Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha ibu Angkatnya

Kisah para Nabi telah dikenalkan kepada masyarakat sejak dini. Biasanya diusia sekolah anak-anak sudah diberi pelajaran mengenai kisah para nabi. Salah satu kisah yang cukup dikenal ialah kisah Nabi Yusuf. Nabi Yusuf AS ialah salah satu putra dari nabi Yaqqub yang paling tampan. Selain itu sejak kecil ia selalu menunjukkan perilaku yang baik ia sangat patuh kepada kedua orang tuanya oleh karena itu nabi Yaqqub sangat menyayanginya terlebih ketika ibundanya telah tiada. Hal ini yang membuat saudara-saudaranya sangat iri kepadanya.

Hingga pada suatu hari dimulai dari saudara-saudara Nabi Yusuf yang iri dan dengki terhadap Nabi Yusuf melakukan sebuah pertemuan untuk merencanakan sesuatu hal yang jahat kepada Nabi Yusuf. Mereka berencana menyingkirkan nabi Yusuf agar semua kasih sayang nabi Yaqqub beralih kepada mereka saat nabi Yusuf sudah tidak ada lagi. Tetapi salah satu saudara mereka mengusulkan untuk tidak membunuh nabi Yusuf tetapi membuangnya ke dalam sumur yang sering dilewati oleh para musafir sehingga ketika para musafir itu menemukan nabi Yusuf maka nabi Yusuf akan dibawa dan dijadikan budak sehingga akan tersingkir dari kehidupan mereka.

Dan pada akhirnya para saudara-sudaranya setuju akan pendapat salah satu saudaranya itu. Setelah perbuatan jahat yang dilakukan oleh saudara-saudaranya itu kemudian nabi Yusuf ditemukan oleh para musafir kemudian mereka menjualnya kepada pasangan suami istri yang merupakan salah satu pejabat di negeri Mesir yang bernama Qitfir dan istrinya yang bernama Zulaikha. Mereka mengangkatnya menjadi anak dan nabi Yusuf tumbuh dewasa bersama mereka. Hingga Nabi Yusuf tumbuh menjadi lelaki dewasa yang sangat tampan.

Kisah Nabi Yusuf dan ibu angkatnya ini berawal pada munculnya perasaan yang dirasakan oleh Zulaikha yang awalnya simpati karena nabi Yusuf merupakan anak yang rajin, baik dan jujur tetapi seiring berjalannya waktu ia merasakan perasaan yang dirasakan seorang wanita terhadap laki-laki dewasa. Hingga pada suatu hari Zulaikha memanggilnya ke kamar dan menutup pintu kamarnya. Tetapi Nabi Yusuf menolak dan lari keluar kamar hingga suami Zulaikha mengetahui kejadian tersebut. maka Zulaikha merasa cemas dan ketakutan sehingga ia menuduh nabi Yusuf yang ingin melakukan hal tidak pantas tersebut.

Karena kebingungan yang dialami oleh Qitfir ia bingung harus mempercayai yang mana maka ia bertanya kepada saudara Zulaikha yang terkenal bijak dan saudara Zulaikha itu berkata jika baju nabi Yusuf yang robek bagian depan maka yang salah ialah nabi Yusuf tetapi jika baju nabi Yusuf yang sobek bagian belakang maka Zulaikha lah yang salah. Dan ternyata baju Nabi Yusuf yang sobek ialah bagian belakang. Maka Qitfir merasa kecewa akan kelakuan istrinya. Namun untuk menjaga nama baiknya dan istrinya ia meminta nabi Yusuf untuk tidak membicarakan kejadian ini ke orang lain. Tetapi tanpa nabi Yusuf berita ini tetap menyebar sehingga Qitfir merencanakan sesuatu supaya nabi Yusuf dimasukkan kedalam penjara. Hal itu merupakan sala satu juga dari kesedihan kisah Nabi Yusuf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *