Pengertian Budaya Politik Indonesia – Definisi dan Tipe

Pengertian Budaya Politik

Pengertian Budaya Politik – Definisi & Tipe – Semenjak kasus Jokowi melawan Prabowo pada pemilu 2014 dan juga pilgub 2017 antara Ahok melawan Anies, politik menjadi salah satu topik yang paling sering dibincangkan oleh masyarakat Indonesia.

Pertanyaan berikutnya adalah, apa definisi budaya politik? Sebelum diartikan, Anda harus membagi 2 kata tersebut menjadi kata pertama yaitu budaya dan kata kedua yaitu politik.

Arti kata budaya adalah semua hal yang berhubungan dengan akal sehat. Kata ini adalah serapandari bahasa sansekerta yang dituliskan sebagai buddhayah.

Untuk kata politik, artinya adalah kota atau negara. Kata ini berasal dari bahasa Yunani yang dieja sebagai polis. Definisi kata politik sendiri merujuk kepada hubungan khusus antara manusia yang hidup bersama-sama dan memunculkan kekuasaan, ketertiban, serta aturan-auran.

Setelah mengetahui kedua kata tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa pengertian budaya politik adalah cara berperilaku kelompok masyarakat terhadap sistem politik yang berlaku pada negara tersebut.

Tipe-Tipe Budaya Politik Indonesia

Pengertian Budaya Politik

Budaya politik di Indonesia dibagi menjadi 3 bagian yaitu kaula, parokial, dan partisipan.

  • Budaya Politik Kaula

Ini adalah yang paling pertama dan utama dimana para masyarakat yang tinggal di daerah tersebut sudah mempunyai pengetahuan yang baik akan politik. Mereka suda menempuh pendidikan yang baik dan mempunyai ekonomi yang bagus.

Namun orang-orang tersebut masih pasif dan tidak ingin memiliki kaitan apa-apa dengan dunia politik yang berlangsung.

Dimana para pejabat, dan pemerintahan bebas memberlakukan hukum dan undang-undang yang baru. Mereka mempunyai tingkat perhatian yang sangat rendah terhadap politik dan tidak peduli kemana arah pemerintahan daerah tersebut bergerak.

  • Budaya Politik Parokial

Tipe kedua adalah parokial. Sama halnya dengan politik kaula diana tingkat partisipasinya memiliki angka yang cukup rendah. Tetapi perbedaan paling utamanya adalah orang-orang yang tinggal pada daerah tersebut tidak mengerti dengan yang namanya politik.

Mereka bukan tidak peduli terhadap politik yang berlangsung, tetapi mereka tidak mengerti apa yang dimaksud dengan politik. Oleh karena itu tinkat partisipasi mereka sangatlah rendah.

Mereka masih memiliki pemikiran yang tradisional dan umumnya hidup dengan sederhana.

  • Budaya Politik Partisipan

Tipe yang terakhir adalah partisipan. Berbeda dengan 2 tipe yang disebutkan diatas, untuk budaya politk partisipan, kelompok masyarakat yang tergolong di dalamnya mempunyai tingkat partisipasi yang sangat tinggi. Hal ini dikarenakan masyarakat pada daerah tersebut mempunyai kesadaran politik yang jauh lebih tinggi dibandingkan orang lain.

Mereka sangat ingin mengambil andil dalam pergerakan politik dalam negara mereka. Mereka sangat aktif dalam memberikan suara mereka terhadap masa depan Indonesia.

Setiap pemilu, orang-orang tersebut akan sering berdiskusi tentang siapa calon yang terbaik dan dapat membawa Indonsia ke arah yang lebih maju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *