Tag Archives: teks

Teks Anekdot Terbaru Tentang Ternak

Teks Anekdot Terbaru Tentang Ternak- Teks Anekdot merupakan salah satu jenis teks dalam bahasa Indonesia. Namun kali ini saya akan memberikan contoh teks tentang ternak agar anda lebih paham. Sapi perah merupakan komoditi ternak penghasil susu dan memiliki potensi untuk dikembangkan (Tristy, 2009). Jenis sapi perah yang ada di Indonesia adalah bangsa Friesian Holstein (FH) dan peranakannya. Sapi FH memiliki warna cukup terkenal, yaitu belang hitam putih dengan pembatas yang jelas dan tidak ada warna bayangan serta mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sehingga bangsa sapi ini dapat dijumpai hampir di seluruh dunia (Setiawan, 2012). Bangsa sapi perah yang terdapat di dunia pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu kelompok sapi perah subtropis dan kelompok sapi perah tropis. Menurut Ensminger dan Tyler (2006) bangsa-bangsa sapi perah subtropis, yaitu Friesian Holstein, Yersey, Guernsey, Ayrshire, dan Brown Swiss.

Teks Anekdot Terbaru Tentang Ternak

 

Penjelasan diatas hanya sedikit mengenai contoh anekdot, tetapi masih ada penjelasan penjelasan lainnya. Bangsa – bangsa sapi perah tropis, yaitu Red Sindi, Sahiwal, dan PFH (Peranakan Fries Holland). Sapi Friesian Holstein (FH) menduduki populasi terbesar hampir di seluruh dunia, baik negara subtropis maupun tropis. Pedet betina sapi perah setelah disapih sampai dengan bunting dan melahirkan anak pertama disebut sebagai sapi perah dara, mulai 3 bulan pedet sudah dikategorikan sebagai sapi perah dara dan sudah dapat dikeluarkan dari kandang untuk melakuakan gerakan badan di tempat yang terlindung. Contoh anekdot ini memang sengaja saya buat dengan tema peternakan sapi. Sapi dara yang tidak diberi kesempatan melakukan gerak badan akan mengalami pertumbuhan yang terhambat dan kelemahan pada badan dan bagian kakinya mengingat hewan ini sejak kecil selalu terkurung bahkan terikat di dalam kandang pedet.

Setelah berumur 3 bulan sapi dara sebaiknya ditempatkan di dalam kandang kelompok yang berjumlah antara 3-4 ekor, dengan jenis kelamin, umur dan berat badan yang seragam (Soetarno, 2003). Kemajiran merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan terjadinya gangguan reproduksi yang disebabkan oleh satu atau banyak faktor yang dapat terjadi baik terjadi pada ternak jantan maupun betina. Derajat kemajiran tergantung dari faktor penyebab dan tingkat kesembuhan setelah penanganan. Infertilitas adalah kemajiran derajat ringan yang sifatnya sementara dan masih dapat disembuhkan setelah dilakukan penanganan. Sterilitas adalah kemajiran yang bersifat permanen atau tidak dapat disembuhkan sehingga proses reproduksi terhenti secara menyeluruh. Inilah contoh anekdot yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat.